Hmm buat teman² yg butuh list extended ascii, nih di coba,,

extended ascii table

Table extended ascii

tahan ALT di keyboard dan ketikkan angka dari extendednya untuk membuat simbol seperti di table..

Ababil dan Alay

Ababil itu mungkin abg golongan menengah ke atas yang masih terombang-ambing, di ajak kesini ikut, kesana ikut
sampai ada julukan 3B buat cewek ababil yaitu :
Behel,,BB,,Belah tengah(ini rambutnya,ngetrend karena katanya sexy kalo lagi sok nyisir rambut ke balakang pake tangan )

sedangkan Alay itu mungkin ABG yang juga ingin eksis dan gaul tapi modal pas-pas an, dan biasanya cenderung norak,karena ingin menyaingi gaya Ababil

ini ada kriteria yg agaknya menjelaskan perbedaan kedua golongan di atas (sumber dr alay book)

Pakaian :
ALAY : Kemana-mana merasa paling gaul, pake baju bermerk palsu atau dengan warna-warna menyolok, bikin sakit mata
ABABIL: Petenteng-petenteng pake baju, celana, sepatu + accesorisnya yang super mahal, hasil minta duit ortu

Gadget :
ALAY : Kemana-mana pake mp3/4 player dengan headset yang volumenya kenceng abis di tempat umum
ABABIL : Gadget ter-update, blackberry/iphone sengaja dikeluarin di tempat umum, biar pada tau kalo dia itu tajir

Update di situs2 sosial networking :
ALAY : “hufffttt.. I MissZZ U CayaanKK..”
ABABIL : “arrggh!! trackball gw rusak lagi, gw buang aja kali yah nih BB??”

Tongkrongan :
ALAY : Pinggir jalan, sambil godain cewek2 yang lewat
ABABIL : Tempat makan dong!, nghabisin ratusan ribu buat makan doang, pake duit ortu lagi..

ini 1 lagi ada bonus link tentang fenomena alay http://scatteredmuses.blogspot.com/2010/03/adek-adek-abege-yang-manis.html

yang jadi perihatinan adalah kenapa sampai muncul kedua istilah tersebut?
apakah bagi mayoritas anak remaja sekarang eksistensi adalah yg paling penting?
gak peduli baik atau buruk,,
penting atau tidak yg penting gaul,,
ngikutin trend masa kini,,
sehingga keeksisannya akan bertahan
bagaimana dengan prestasi? atau prioritas..?

Affan

Malam itu jariku terhenti,,,

banyak huruf telah kuketik, ,, terbentuk kalimat seperti tarian yang kehilangan irama….
Alus terdengar hembus nafas yang mulai teratur,,

nadanya yg lembut membuat hening suasana.
Begitu sejuk hatiku tersentuh, damai dan indah yg kurasa…
Tak kusadari begitu besar sayangmu padaku,,

kau temani malam sibukku,, meskipun sering tak kuhiraukan ulahmu…

Saat itu baru aq rasakan kasihmu,, lelap tidurmu dipangkuanku..
Semoga mimpi indah anakku..

Kelak kau akan lebih hebat dari ayahmu..

Seperti seorang atlit yang melakukan kesalahan. Kecewa sehingga permainannya semakin memburuk. Sementara ada atlit lain yang juga melakukan kesalahan, tetapi permainan tetapi bagus tidak terpengaruh oleh kesalahannya tersebut. Atlit seperti inilah yang disebut dengan mental juara.

Bisakah kita memiliki mental juara ..?Jawabnya pastinya bisa.

Bagaimana caranya.. ?

Ya tentunya tidak semudah omongan,, tak segampang memberi nasehat.. tetapi tidak mustahil jika kita mau berusaha,,

Jangan diingat-ingat lagi bagaimana kecewanya kita saat itu. Lupakan semuanya, ganti dengan kenangan-kenangan kemenangan dan keberhasilan. Rasakan bagaimana bahagianya, rasakan bagaimana senangnya, dan bersyukurlah.

Kenangan pahit dapat membuat kita turun semangat. Mengingat kekecewaan bisa membuat citra diri kita hancur. Citra diri sangat dipengaruhi oleh kenangan mental. Jika kenangan mental kita buruk, akan sangat mengganggu citra diri kita. Karena itu,,, berusahalah untuk tidak mengingat-ngingat kenangan buruk atas kegagalan yg pernah kita lewati.

Tetapi, jangan sampai hikmah yang ada bersama kekecewaan juga ikut terlupakan. Mengingat hikmah adalah sangat bermanfaat. Kita harus pandai memisahkan hikmah dengan peristiwa. Ambillah hikmah, lupakan kekecewaan. Memang tidak mudah, coba lah beberapa cari ini:

  • Catatlah hikmah-hikmah dari kekecewaan kita tanpa menyebutkan peristiwanya. Jika teringat peristiwa tersebut, jangan lupa untuk segera mengingat atau menyebut hikmah dari peristiwa tersebut.
  • Bedakan antara fakta dan opini. Fakta memang benar, tetapi opini belum tentu.
  • Sebagai contoh “Kita gagal”, itu adalah fakta. “Kita tidak akan Sukses”, ini hanya opini belaka yang bisa saja salah.

Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang
membuat kita bahagia.

Kategori

Chat’s Me…

Link Terbaru

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.