Seperti seorang atlit yang melakukan kesalahan. Kecewa sehingga permainannya semakin memburuk. Sementara ada atlit lain yang juga melakukan kesalahan, tetapi permainan tetapi bagus tidak terpengaruh oleh kesalahannya tersebut. Atlit seperti inilah yang disebut dengan mental juara.
Bisakah kita memiliki mental juara ..?Jawabnya pastinya bisa.
Bagaimana caranya.. ?
Ya tentunya tidak semudah omongan,, tak segampang memberi nasehat.. tetapi tidak mustahil jika kita mau berusaha,,
Jangan diingat-ingat lagi bagaimana kecewanya kita saat itu. Lupakan semuanya, ganti dengan kenangan-kenangan kemenangan dan keberhasilan. Rasakan bagaimana bahagianya, rasakan bagaimana senangnya, dan bersyukurlah.
Kenangan pahit dapat membuat kita turun semangat. Mengingat kekecewaan bisa membuat citra diri kita hancur. Citra diri sangat dipengaruhi oleh kenangan mental. Jika kenangan mental kita buruk, akan sangat mengganggu citra diri kita. Karena itu,,, berusahalah untuk tidak mengingat-ngingat kenangan buruk atas kegagalan yg pernah kita lewati.
Tetapi, jangan sampai hikmah yang ada bersama kekecewaan juga ikut terlupakan. Mengingat hikmah adalah sangat bermanfaat. Kita harus pandai memisahkan hikmah dengan peristiwa. Ambillah hikmah, lupakan kekecewaan. Memang tidak mudah, coba lah beberapa cari ini:
- Catatlah hikmah-hikmah dari kekecewaan kita tanpa menyebutkan peristiwanya. Jika teringat peristiwa tersebut, jangan lupa untuk segera mengingat atau menyebut hikmah dari peristiwa tersebut.
- Bedakan antara fakta dan opini. Fakta memang benar, tetapi opini belum tentu.
- Sebagai contoh “Kita gagal”, itu adalah fakta. “Kita tidak akan Sukses”, ini hanya opini belaka yang bisa saja salah.
Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang
membuat kita bahagia.

Leave a comment
Comments feed for this article